KURIKULUM PROGRAM PENDIDIKAN SUBSPESIALIS
OBSTETRI GINEKOLOGI SOSIAL (OBGINSOS)
Dokumentasi Struktur Mata Kuliah
Penyusun: Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG., Subsp. Obginsos., SH., S.Kom.
102
Total SKS
5
Semester
23
Mata Kuliah
230
Total Modul
Prinsip Struktur Kurikulum
| Komponen | Ketentuan |
|---|---|
| 1 Semester | 2 Periode |
| 1 Periode | Maksimal 3 MK, maksimal 12 SKS, durasi 11 minggu |
| 1 MK | 10 Modul = 2 Sesi, 1 modul diselesaikan dalam 1 minggu |
| Sesi 1 | Modul 1–5 |
| Sesi 2 | Modul 6–10 |
| Pola Tugas Sesi 1 | Modul 1 tanpa tugas → TP Minggu 2 → TK1 Minggu 3 → TK2 Minggu 4 → Quiz Minggu 5 |
| Pola Tugas Sesi 2 | Modul 6 tanpa tugas → TP Minggu 7 → TK1 Minggu 8 → TK2 Minggu 9 → Quiz Minggu 10 → Examination Minggu 11 |
Keterangan:
MK : Mata Kuliah | TP : Tugas Personal | TK : Tugas Kelompok
MK : Mata Kuliah | TP : Tugas Personal | TK : Tugas Kelompok
Tujuan Semester:
Peserta didik membangun fondasi ilmiah, sosial, hukum, dan etika yang menjadi landasan seluruh kompetensi Subspesialis Obginsos — dari metodologi riset dan epidemiologi hingga bioetika dan profesionalisme klinis.
Peserta didik membangun fondasi ilmiah, sosial, hukum, dan etika yang menjadi landasan seluruh kompetensi Subspesialis Obginsos — dari metodologi riset dan epidemiologi hingga bioetika dan profesionalisme klinis.
Periode 1
Periode 2
MK3
Kebijakan Kesehatan & Hukum Reproduksi
4 SKS
MK4
Metodologi Penelitian & Penulisan Ilmiah
4 SKS
MK1 — 6 SKS sebagai MK unggulan Semester 1: Epidemiologi dan Biostatistik adalah tulang punggung seluruh kompetensi berbasis bukti yang dibangun sepanjang program.
Tujuan Semester:
Peserta didik memahami sistem pelayanan, pembiayaan, manajemen, dan isu populasi spesifik dalam kesehatan reproduksi — dari level operasional lapangan hingga kerangka ekonomi yang menopangnya.
Peserta didik memahami sistem pelayanan, pembiayaan, manajemen, dan isu populasi spesifik dalam kesehatan reproduksi — dari level operasional lapangan hingga kerangka ekonomi yang menopangnya.
Periode 1
Periode 2
MK8
Kesehatan Reproduksi Remaja & Perempuan Lansia
4 SKS
MK9
Teknologi Informasi & Surveilans Kesehatan Reproduksi
4 SKS
MK6 — 6 SKS sebagai MK unggulan Semester 2: Manajemen KIA Terpadu adalah kompetensi paling sentral dan paling operasional yang membedakan subspesialis dari spesialis umum dalam konteks sistem pelayanan.
Tujuan Semester:
Peserta didik mampu mengaudit, memperbaiki, dan mengevaluasi sistem layanan obstetri-ginekologi berbasis populasi — membangun identitas subspesialis sebagai agen peningkatan kualitas sistem, bukan hanya klinisi individual.
Peserta didik mampu mengaudit, memperbaiki, dan mengevaluasi sistem layanan obstetri-ginekologi berbasis populasi — membangun identitas subspesialis sebagai agen peningkatan kualitas sistem, bukan hanya klinisi individual.
Periode 1
Periode 2
MK13
Evaluasi Program Kesehatan Reproduksi
4 SKS
MK14
Manajemen Krisis & Bencana dalam Obstetri-Ginekologi
4 SKS
Semester 3 tidak memiliki MK 6 SKS: Lima MK @ 4 SKS memberikan keseimbangan yang tepat antara kedalaman dan luas cakupan sistem. Total 20 SKS konsisten dengan fokus pada audit dan evaluasi yang memerlukan distribusi perhatian yang merata.
Tujuan Semester:
Peserta didik mampu menyusun blueprint pengembangan layanan obstetri-ginekologi berbasis sistem dan analisis ekonomi — semester yang membentuk konsultan sebagai pemimpin strategis dan pengambil keputusan berbasis bukti di level kebijakan.
Peserta didik mampu menyusun blueprint pengembangan layanan obstetri-ginekologi berbasis sistem dan analisis ekonomi — semester yang membentuk konsultan sebagai pemimpin strategis dan pengambil keputusan berbasis bukti di level kebijakan.
Periode 1
Periode 2
MK18
Ekonomi Kesehatan Lanjut & Analisis Pembiayaan Program
4 SKS
MK19
Advokasi Kebijakan & Diplomasi Kesehatan
4 SKS
MK16 — 6 SKS sebagai MK unggulan Semester 4: Perencanaan Strategis adalah puncak kompetensi manajerial program — memadukan seluruh pembelajaran dari Semester 1–3 dalam satu kerangka perencanaan yang dapat diimplementasikan.
Tujuan Semester:
Peserta didik menghasilkan karya strategis yang memberikan kontribusi nyata terhadap sistem kesehatan reproduksi dengan memilih salah satu dari tiga jalur pengembangan: (1) Jalur Akademik/Penelitian, (2) Jalur Advokasi/Kebijakan, atau (3) Jalur Inovasi/Transformasi Sistem. Peserta didik wajib mengintegrasikan modul-modul tematik dari Periode 1 dan Periode 2 ke dalam karya akhir sesuai dengan fokus peminatan masing-masing.
Peserta didik menghasilkan karya strategis yang memberikan kontribusi nyata terhadap sistem kesehatan reproduksi dengan memilih salah satu dari tiga jalur pengembangan: (1) Jalur Akademik/Penelitian, (2) Jalur Advokasi/Kebijakan, atau (3) Jalur Inovasi/Transformasi Sistem. Peserta didik wajib mengintegrasikan modul-modul tematik dari Periode 1 dan Periode 2 ke dalam karya akhir sesuai dengan fokus peminatan masing-masing.
Periode 1
P1-A
Jalur Akademik : Modul 1-6 (6 modul, modul 7 sd 10 kosong)
4 SKS
P1-B
Jalur Advokasi : Modul 1-6 (6 modul, modul 7 sd 10 kosong)
4 SKSPeriode 2
P2-A
Jalur Akademik : Modul 1-5 (5 modul, modul 6 sd 10 kosong)
4 SKS
P2-B
Jalur Advokasi : Modul 1-5 (5 modul, modul 6 sd 10 kosong)
4 SKS
Semester ini terbagi menjadi dua fase: P1 (Modul 1-6) untuk fondasi dan implementasi dasar, serta P2 (Modul 7-11) untuk integrasi dan manajemen risiko. Peserta didik fokus pada satu jalur pilihan hingga menghasilkan karya akhir. Seluruh output dari setiap modul yang dikerjakan sepanjang semester, jika disusun dan diintegrasikan menjadi satu naskah komprehensif, akan menjadi karya akhir yang dinilai dengan bobot 8 SKS, sehingga total beban studi pada Semester 5 adalah 18 SKS.
Rekapitulasi Total SKS Program
| Semester | Periode | Mata Kuliah | SKS |
|---|---|---|---|
| Semester 1 | Periode 1 | MK1 Epidemiologi Klinik & Biostatistik Lanjut | 6 |
| MK2 Sosiologi Kesehatan & Antropologi Medis | 4 | ||
| Periode 2 | MK3 Kebijakan Kesehatan & Hukum Reproduksi | 4 | |
| MK4 Metodologi Penelitian & Penulisan Ilmiah | 4 | ||
| MK5 Bioetika Sosial & Profesionalisme Subspesialis | 4 | ||
| Subtotal Semester 1 | 22 | ||
| Semester 2 | Periode 1 | MK6 Manajemen Kesehatan Ibu & Anak Terpadu | 6 |
| MK7 Ekonomi Kesehatan dalam Pelayanan Obginsos | 4 | ||
| Periode 2 | MK8 Kesehatan Reproduksi Remaja & Perempuan Lansia | 4 | |
| MK9 Teknologi Informasi & Surveilans Kesehatan Reproduksi | 4 | ||
| MK10 Komunikasi, Advokasi & Negosiasi Kebijakan Kesehatan | 4 | ||
| Subtotal Semester 2 | 22 | ||
| Semester 3 | Periode 1 | MK11 Audit Maternal Perinatal & Surveilans Respons | 4 |
| MK12 Penjaminan Mutu & Akreditasi Layanan KIA | 4 | ||
| Periode 2 | MK13 Evaluasi Program Kesehatan Reproduksi | 4 | |
| MK14 Manajemen Krisis & Bencana dalam Obstetri-Ginekologi | 4 | ||
| MK15 Sistem Pelayanan Kesehatan Reproduksi Nasional & Global | 4 | ||
| Subtotal Semester 3 | 20 | ||
| Semester 4 | Periode 1 | MK16 Perencanaan Strategis Bidang Kesehatan Reproduksi | 6 |
| MK17 Manajemen SDM & Kepemimpinan Klinis | 4 | ||
| Periode 2 | MK18 Ekonomi Kesehatan Lanjut & Analisis Pembiayaan Program | 4 | |
| MK19 Advokasi Kebijakan & Diplomasi Kesehatan | 4 | ||
| MK20 Integrative Clinical–Social Grand Round | 4 | ||
| Subtotal Semester 4 | 22 | ||
| Semester 5 | Periode 1 (Modul 1-6) |
Jalur Akademik (Penelitian) | 4 |
| Jalur Advokasi (Kebijakan) | 4 | ||
| Jalur Inovasi (Transformasi) | 4 | ||
| Periode 2 (Modul 7-11) |
Jalur Akademik (Penelitian) | 4 | |
| Jalur Advokasi (Kebijakan) | 4 | ||
| Jalur Inovasi (Transformasi) | 4 | ||
| Karya Akhir Subspesialis | 8 | ||
| Subtotal Semester 5 | 16 | ||
| TOTAL PROGRAM | 102 | ||
Pola Distribusi MK Unggulan
| Semester | MK Unggulan | Justifikasi |
|---|---|---|
| Semester 1 | MK1 — Epidemiologi Klinik & Biostatistik Lanjut | Fondasi metodologi berbasis bukti seluruh program |
| Semester 2 | MK6 — Manajemen KIA Terpadu | Kompetensi operasional paling sentral subspesialis |
| Semester 3 | — | Distribusi merata; tidak ada MK tunggal yang dominan |
| Semester 4 | MK16 — Perencanaan Strategis Kesehatan Reproduksi | Puncak kompetensi manajerial dan kepemimpinan |
| Semester 5 | MK23 — Karya Akhir (8 SKS) | Karya akhir dengan bobot terbesar; berdampak kebijakan |