A. Deskripsi Modul
Agustus 2025. Ruang kerja Dr. Farid, dua bulan setelah laporan evaluasi diserahkan.
Rekomendasi sudah disetujui. Beberapa perubahan kecil sudah mulai dijalankan. Tapi pagi ini Dr. Farid menerima email dari Kepala Bappeda Provinsi yang isinya mengejutkannya:
"Dr. Farid, laporan evaluasi Bapak sangat informatif tentang efektivitas program. Tapi kami menghadapi situasi yang sulit: anggaran kesehatan provinsi tahun depan dipotong 23%. Gubernur meminta kami untuk memprioritaskan program-program yang paling efisien. Laporan Bapak menunjukkan mana yang berhasil, tapi tidak menjawab: dari tiga program KR yang kami punya, mana yang memberikan nilai terbaik per rupiah yang diinvestasikan? Dan apakah ada argumen ekonomi yang bisa digunakan untuk mempertahankan anggaran program KR di hadapan Gubernur yang lebih tertarik pada infrastruktur jalan?"
Dr. Farid menutup laptop dan berpikir. Pertanyaan Kepala Bappeda adalah pertanyaan yang sah โ dan pertanyaan yang tidak terjawab oleh evaluasi efektivitas yang sudah ia lakukan. Ia tahu program mana yang menghasilkan perubahan. Tapi ia tidak tahu program mana yang menghasilkan perubahan paling besar per rupiah โ dan ia belum pernah membangun argumen ekonomi yang dapat meyakinkan seorang birokrat yang berpikir dalam kerangka anggaran.
Ini bukan kelemahan analitisnya, pikir Dr. Farid. Ini celah dalam kapasitas evaluasinya yang perlu segera diisi.
Dalam lanskap kebijakan kesehatan yang ditandai oleh sumber daya terbatas dan tuntutan akuntabilitas yang meningkat, kemampuan untuk menilai nilai ekonomi program kesehatan reproduksi bukan lagi kemewahan teknis โ ini adalah kompetensi inti yang menentukan apakah program KR mendapatkan pembiayaan yang layak atau tergeser oleh prioritas lain. Modul ini membangun kapasitas untuk melaksanakan dan menginterpretasikan evaluasi ekonomi program kesehatan reproduksi: dari analisis biaya dasar hingga cost-effectiveness analysis, dan dari menghitung nilai investasi hingga membangun argumen ekonomi untuk advokasi kebijakan.
C. Materi Inti
C.1. Fondasi Evaluasi Ekonomi Program Kesehatan Reproduksi
C.1.1. Mengapa Ekonomi Penting dalam Evaluasi Program KR
๐๏ธ KONTEKS KEBIJAKAN
- Anggaran kesehatan selalu terbatas relatif terhadap kebutuhan
- Setiap keputusan alokasi anggaran adalah keputusan tentang trade-off: memilih A berarti tidak memilih B dengan sumber daya yang sama
- Tanpa informasi tentang efisiensi relatif, alokasi anggaran didorong oleh kepentingan politik, kebiasaan, atau advokasi yang paling keras โ bukan oleh nilai terbaik bagi masyarakat
๐ก ARGUMEN EKONOMI UNTUK PROGRAM KR:
๐ก๏ธ ARGUMEN 1 โ PENCEGAHAN LEBIH MURAH DARI PENGOBATAN
- Biaya mencegah satu kehamilan tidak diinginkan jauh lebih rendah dari biaya perawatan komplikasi persalinan, aborsi tidak aman, atau perawatan bayi prematur
- Contoh konkret: biaya satu implan KB 3 tahun (~Rp 300.000) vs. biaya satu episode komplikasi persalinan yang memerlukan rujukan (~Rp 5โ50 juta)
๐ ARGUMEN 2 โ INVESTASI DALAM MODAL MANUSIA
- Perempuan yang dapat mengendalikan fertilitas mereka memiliki partisipasi angkatan kerja yang lebih tinggi
- Keluarga yang lebih kecil dengan jarak kelahiran yang lebih panjang: investasi lebih besar per anak (pendidikan, gizi, kesehatan)
- Multiplier effect: setiap dolar yang diinvestasikan dalam program KR menghasilkan return ekonomi yang jauh lebih besar melalui peningkatan produktivitas
๐ ARGUMEN 3 โ DEMOGRAPHIC DIVIDEND
- Penurunan angka fertilitas menciptakan jendela kesempatan demografis: rasio ketergantungan menurun, proporsi penduduk usia produktif meningkat
- Studi Bank Dunia: sepertiga pertumbuhan ekonomi Asia Timur antara 1965โ1990 dapat dikaitkan dengan perubahan demografis yang dipercepat oleh program KB
๐ JENIS EVALUASI EKONOMI:
๐ COST ANALYSIS (ANALISIS BIAYA)
Pertanyaan: "Berapa biaya program?"
- Tidak membandingkan dengan alternatif
- Berguna untuk: perencanaan anggaran, benchmarking efisiensi operasional
- Paling sederhana dan paling sering dilakukan
๐ฏ COST-EFFECTIVENESS ANALYSIS (CEA)
Pertanyaan: "Berapa biaya per unit outcome yang dihasilkan?"
- Outcome dalam unit natural (bukan moneter): per kehamilan dicegah, per kematian maternal dicegah, per akseptor KB aktif
- Berguna untuk: membandingkan intervensi yang bertujuan sama
- Paling umum digunakan untuk program KR
โ๏ธ COST-UTILITY ANALYSIS (CUA)
Pertanyaan: "Berapa biaya per QALY atau DALY yang dihasilkan?"
- QALY (Quality-Adjusted Life Year) dan DALY (Disability-Adjusted Life Year) memungkinkan perbandingan lintas program yang berbeda tujuannya
- Lebih kompleks dari CEA tapi memungkinkan perbandingan lebih luas
๐ฐ COST-BENEFIT ANALYSIS (CBA)
Pertanyaan: "Apakah manfaat program melebihi biayanya?"
- Semua manfaat dimonetisasi: termasuk produktivitas, biaya kesehatan yang terhindarkan, dll.
- Menghasilkan Benefit-Cost Ratio (BCR) atau Net Present Value (NPV)
- Paling komprehensif tapi paling kontroversial: monetisasi kehidupan manusia dan kesehatan mengandung nilai etis yang kompleks
C.2. Analisis Biaya Program KR
C.2.1. Mengidentifikasi dan Mengklasifikasikan Biaya
๐ PERSPEKTIF ANALISIS BIAYA:
๐ฅ PERSPEKTIF PROGRAM/PENYEDIA
- Hanya mencakup biaya yang ditanggung oleh pengelola program
- Meliputi: gaji staf, logistik, pelatihan, supervisi, overhead
- Paling mudah dikumpulkan dari laporan keuangan
- Meremehkan biaya total: tidak mencakup biaya yang ditanggung klien
๐ค PERSPEKTIF KLIEN/PENERIMA MANFAAT
- Biaya yang ditanggung klien untuk mengakses program
- Meliputi: transportasi, biaya tidak langsung (waktu yang hilang dari bekerja), biaya out-of-pocket untuk obat/alat yang tidak ditanggung program
- Sangat relevan untuk equity analysis: biaya klien sering lebih tinggi secara proporsional bagi kelompok miskin
๐ PERSPEKTIF MASYARAKAT (SOCIETAL)
- Paling komprehensif: semua biaya terlepas siapa yang menanggung
- Meliputi: biaya program + biaya klien + biaya produktivitas yang hilang + biaya eksternalitas
- Paling tepat untuk CBA dan untuk argumen kebijakan publik
- Paling sulit dikumpulkan
๐๏ธ KLASIFIKASI BIAYA:
๐ BIAYA LANGSUNG MEDIS
- Alat kontrasepsi (IUD, implan, suntik, pil)
- Bahan habis pakai (sarung tangan, antiseptik)
- Jasa pelayanan petugas (termasuk gaji yang dialokasikan)
- Obat untuk manajemen efek samping
๐ BIAYA LANGSUNG NON-MEDIS
- Transportasi petugas ke lapangan
- Transportasi klien ke fasilitas
- Akomodasi untuk pelatihan
- Materi komunikasi dan edukasi
โฐ BIAYA TIDAK LANGSUNG
- Waktu produktif klien yang digunakan untuk mengakses layanan
- Waktu keluarga yang mendampingi klien
- Produktivitas petugas yang dialihkan dari tugas rutin
๐ญ BIAYA INTANGIBLE
- Rasa sakit dan ketidaknyamanan yang dialami klien
- Kecemasan tentang efek samping
- Stigma sosial untuk isu yang sensitif
- Sulit dimonetisasi tapi harus diakui dalam diskusi
๐ BIAYA TETAP vs. BIAYA VARIABEL:
๐ BIAYA TETAP
- Tidak berubah dengan volume layanan dalam jangka pendek
- Contoh: gaji staf tetap, sewa gedung, peralatan
- Implikasi: program dengan volume klien lebih tinggi memiliki unit cost yang lebih rendah (economies of scale)
๐ BIAYA VARIABEL
- Berubah proporsional dengan volume layanan
- Contoh: alat kontrasepsi per klien, bahan habis pakai per prosedur
๐ BIAYA SEMI-VARIABEL
- Berubah tetapi tidak proporsional
- Contoh: pelatihan refresher tahunan (frekuensi tetap, tapi biaya per peserta menurun jika lebih banyak peserta)
๐งฎ UNIT COST ANALYSIS:
UNIT COST = Total Biaya Program / Total Output atau Klien
- TENTUKAN UNIT ANALISIS: Biaya per klien yang terjangkau; Biaya per akseptor KB aktif; Biaya per couple years of protection (CYP); Biaya per kehamilan dicegah (memerlukan effectiveness data)
- KUMPULKAN TOTAL BIAYA: Dari sistem akuntansi program. Ingat: biaya yang dilaporkan sering tidak lengkap โ perlu menelusuri in-kind contributions dan biaya tersembunyi
- HITUNG DAN BANDINGKAN: Bandingkan unit cost antar site/kabupaten. Identifikasikan outlier: biaya sangat tinggi atau sangat rendah โ mengapa? Bandingkan dengan benchmark regional atau internasional
๐ COUPLE YEARS OF PROTECTION (CYP)
Definisi: Metrik standar internasional untuk mengukur output program KB โ jumlah tahun perlindungan kontrasepsi yang disediakan untuk satu pasangan
Konversi: setiap metode memiliki faktor konversi ke CYP
- IUD = 3.5 CYP per unit
- Implan 3 tahun = 2.5 CYP per unit
- Suntik 3 bulan = 0.25 CYP per unit
- Pil = 0.083 CYP per cycle
Manfaat: Memungkinkan perbandingan lintas metode KB yang berbeda durasi efektivitasnya
C.2.2. Cost-Effectiveness Analysis untuk Program KR
๐ LANGKAH CEA:
- TENTUKAN PERTANYAAN CEA: "Dari tiga strategi konseling KB pasca persalinan (konseling individual, konseling kelompok, dan telehealth): mana yang paling cost-effective dalam meningkatkan akseptor KB aktif pada 6 bulan pasca persalinan?"
- TETAPKAN PERSPEKTIF DAN JANGKA WAKTU: Perspektif: penyedia layanan, atau masyarakat? Jangka waktu: sesuaikan dengan siklus program dan pertanyaan kebijakan (1 tahun, 3 tahun, atau lifetime?). Discount rate untuk biaya dan efek yang terjadi di masa depan (biasanya 3-5% per tahun)
- KUMPULKAN DATA BIAYA: Biaya setiap intervensi yang dibandingkan. Pastikan perspektif konsisten
- KUMPULKAN DATA EFEKTIVITAS: Dari evaluasi dampak yang sudah dilakukan. Atau dari literatur jika data lokal tidak tersedia
- HITUNG INCREMENTAL COST-EFFECTIVENESS RATIO (ICER):
ICER = (Biaya A - Biaya B) / (Efek A - Efek B)
Intervensi A vs. intervensi B (biasanya dibandingkan dengan alternatif atau status quo). Menghasilkan: "biaya tambahan per unit outcome tambahan yang dihasilkan dengan memilih A daripada B"
- INTERPRETASI: Gunakan Four Quadrant Framework
๐บ๏ธ FOUR QUADRANT FRAMEWORK:
๐ Kuadran 1 (Kanan Atas)
A lebih efektif DAN lebih mahal dari B โ perlu penilaian apakah efek tambahan layak dengan biaya tambahan
โ
Kuadran 2 (Kanan Bawah)
A lebih efektif DAN lebih murah โ A dominan, pilih A
๐ Kuadran 3 (Kiri Bawah)
A kurang efektif DAN lebih murah โ B dominan, pilih B
โ Kuadran 4 (Kiri Atas)
A kurang efektif DAN lebih mahal โ B dominan, pilih B
๐ฐ WILLINGNESS TO PAY THRESHOLD:
- Untuk memutuskan apakah ICER di Kuadran 1 "dapat diterima", diperlukan threshold: berapa banyak yang bersedia dibayar per unit outcome?
- Untuk CUA (per DALY atau QALY): WHO merekomendasikan 1โ3x GDP per kapita sebagai threshold
- Indonesia GDP per kapita ~$5.000 (2024)
- Threshold: $5.000โ15.000 per DALY
- Untuk CEA dalam unit natural: tidak ada threshold universal โ keputusan berbasis perbandingan dengan program lain dan konteks anggaran
๐ CONTOH CEA PROGRAM KB PASCA PERSALINAN:
๐ฅ PROGRAM A โ KONSELING INDIVIDUAL STANDAR
- Biaya per klien: Rp 185.000
- Proporsi akseptor KB aktif pada 6 bulan: 52%
- Biaya per akseptor KB: Rp 185.000 / 0.52 = Rp 355.769
๐ฑ PROGRAM B โ KONSELING KELOMPOK + FOLLOW-UP SMS
- Biaya per klien: Rp 120.000
- Proporsi akseptor KB aktif pada 6 bulan: 61%
- Biaya per akseptor KB: Rp 120.000 / 0.61 = Rp 196.721
๐งฎ PERHITUNGAN ICER (B vs. A)
ICER = (Rp 120.000 - Rp 185.000) / (0.61 - 0.52)
= -Rp 65.000 / 0.09
= -Rp 722.222 per akseptor tambahan
INTERPRETASI:
- ICER negatif karena B lebih murah DAN lebih efektif (Kuadran 2 โ B dominan)
- Memilih Program B menghemat Rp 65.000 per klien SEKALIGUS menghasilkan 9% lebih banyak akseptor KB
- Rekomendasi: alihkan ke Program B; realokasi penghematan untuk memperluas jangkauan
C.3. Membangun Argumen Ekonomi untuk Advokasi Program KR
C.3.1. Dari Angka ke Narasi Kebijakan
โ ๏ธ MENGAPA ANGKA SAJA TIDAK CUKUP
- Pembuat kebijakan tidak membaca tabel ICER
- Mereka membuat keputusan berdasarkan argumen yang meyakinkan, relevan untuk konteks mereka, dan dapat mereka sampaikan kepada atasan atau konstituen mereka
- Tugas evaluator adalah menerjemahkan analisis ekonomi menjadi narasi yang persuasif dan berbasis bukti
๐ฏ KOMPONEN ARGUMEN EKONOMI YANG EFEKTIF:
๐ KOMPONEN 1 โ THE PROBLEM STATEMENT DALAM ANGKA
- Berapa besar masalah yang diselesaikan program ini?
- Berapa biaya ekonomi masalah ini jika dibiarkan?
- Contoh: "Setiap tahun, 4.200 kehamilan tidak diinginkan terjadi di provinsi ini. Setiap kehamilan komplikasi yang dirawat di rumah sakit menghabiskan rata-rata Rp 8,7 juta dari anggaran JKN. Total: Rp 36,5 miliar per tahun hanya untuk biaya kuratif."
๐ผ KOMPONEN 2 โ THE INVESTMENT CASE
- Berapa biaya program pencegahan?
- Berapa yang dapat diselamatkan?
- Apa Benefit-Cost Ratio-nya?
- Contoh: "Anggaran program KB pasca persalinan yang kami usulkan adalah Rp 4,2 miliar per tahun. Dengan efektivitas yang kami dokumentasikan, program ini diperkirakan mencegah 1.800 kehamilan tidak diinginkan โ menghemat Rp 15,7 miliar biaya kuratif. Return on investment: Rp 3,74 per Rp 1 yang diinvestasikan."
โ๏ธ KOMPONEN 3 โ COMPARATOR
- Dibandingkan dengan apa program ini lebih efisien?
- Dibandingkan program lain yang bersaing untuk anggaran yang sama, bagaimana posisinya?
- Referensi internasional: UNFPA menyatakan bahwa setiap $1 yang diinvestasikan dalam KB modern menghemat $2,2 dalam biaya pelayanan ibu hamil dan persalinan
๐ค KOMPONEN 4 โ EQUITY ARGUMENT
- Siapa yang paling menderita jika program tidak ada?
- Perempuan miskin menanggung beban terbesar dari kehamilan tidak diinginkan: biaya transportasi ke fasilitas, kehilangan pendapatan, risiko kesehatan yang lebih tinggi karena keterlambatan mendapat layanan
- Argumen keadilan sering lebih persuasif dari argumen efisiensi untuk audiens tertentu
๐ข MENGHITUNG COST OF INACTION:
- Salah satu argumen ekonomi paling kuat: bukan "berapa biaya program ini" tetapi "berapa biaya jika kita TIDAK melakukan program ini"
- Komponen cost of inaction untuk program KR:
- Biaya medis langsung kehamilan tidak diinginkan (persalinan, komplikasi, neonatal care)
- Biaya aborsi tidak aman dan komplikasinya
- Biaya pendidikan anak tambahan bagi keluarga miskin
- Biaya produktivitas yang hilang akibat kehamilan tidak direncanakan pada perempuan usia produktif
- Biaya jangka panjang: anggaran sosial untuk keluarga yang lebih besar dari kapasitas ekonominya
๐ SENSITIVITY ANALYSIS:
- Setiap asumsi dalam analisis ekonomi mengandung ketidakpastian
- Sensitivity analysis: menguji bagaimana kesimpulan berubah jika asumsi kunci diubah dalam rentang yang masuk akal
๐ ONE-WAY SENSITIVITY
- Ubah satu parameter pada satu waktu
- Identifikasikan parameter yang paling menentukan kesimpulan
๐ญ SCENARIO ANALYSIS
- Bandingkan skenario optimistik, realistik, dan pesimistik
- Berguna untuk komunikasi ke pembuat kebijakan
๐ฒ PROBABILISTIC SENSITIVITY (MONTE CARLO)
- Variasikan semua parameter sekaligus berdasarkan distribusi probabilitas
- Menghasilkan distribusi hasil ICER, bukan satu angka
- Lebih teknis tapi lebih valid secara statistik
MENGAPA PENTING: Kesimpulan yang "robust" โ tidak berubah meskipun asumsi divariasikan dalam rentang yang wajar โ jauh lebih meyakinkan untuk pembuat kebijakan. Kesimpulan yang sangat sensitif terhadap satu asumsi: harus dilaporkan dengan sangat hati-hati.
C.4. Keterbatasan dan Pertimbangan Etis Evaluasi Ekonomi
C.4.1. Apa yang Tidak Dapat Diukur oleh Analisis Ekonomi
โ ๏ธ KETERBATASAN TEKNIS:
๐ธ MONETISASI YANG TIDAK SEMPURNA
- Banyak manfaat program KR tidak dapat dimonetisasi secara valid:
- Otonomi reproduktif perempuan: tidak ada harga pasar
- Kesetaraan gender: tidak ada willingness-to-pay yang dapat diobservasi
- Martabat dan hak: secara etis bermasalah untuk dimonetisasi
- CBA yang hanya menghitung manfaat yang dapat dimonetisasi secara sistematis meremehkan nilai program KR
๐ DATA EFEKTIVITAS YANG LEMAH
- CEA hanya sekuat data efektivitasnya
- Jika efektivitas program diperkirakan dari studi di konteks berbeda: transferability yang terbatas
- External validity dari RCT ke program nyata sering tidak sempurna
โณ JANGKA WAKTU YANG TERBATAS
- Banyak manfaat program KR terwujud dalam jangka panjang (dรฉcades)
- Analisis yang hanya melihat jangka pendek meremehkan ROI sesungguhnya
- Discounting biaya dan manfaat masa depan secara filosofis kontroversial: mengapa nilai kehidupan orang di masa depan lebih rendah?
โ๏ธ PERTIMBANGAN ETIS:
๐ DISTRIBUSI vs. EFISIENSI:
โ Analisis ekonomi standar memaksimalkan efisiensi agregat โ tapi tidak secara otomatis memperhatikan distribusi manfaat
โ Program yang efisien secara agregat bisa saja memperburuk ketidaksetaraan jika manfaatnya terkonsentrasi pada kelompok yang sudah lebih beruntung
โ Equity weight: beberapa analisis memberikan bobot lebih tinggi untuk manfaat yang dirasakan kelompok miskin atau rentan
๐ "RULE OF RESCUE":
โ Manusia memiliki kecenderungan psikologis untuk memprioritaskan individu yang diidentifikasi dalam krisis vs. populasi statistik yang tidak teridentifikasi
โ Program KR mencegah kematian maternal "statistik" di masa depan โ sulit bersaing anggaran dengan ICU yang menyelamatkan pasien yang dapat diidentifikasi hari ini
โ Evaluator harus membantu pembuat kebijakan memahami keterbatasan intuisi ini
โ
MENGGUNAKAN ANALISIS EKONOMI SECARA ETIS:
โ Analisis ekonomi adalah alat untuk menginformasikan keputusan โ bukan untuk menggantikan keputusan
โ Nilai-nilai lain (keadilan, hak, martabat) harus diintegrasikan dalam proses keputusan, bukan diabaikan karena sulit dikuantifikasi
โ Evaluator yang jujur menyajikan analisis ekonomi dengan keterbatasannya yang eksplisit, bukan sebagai "bukti objektif" yang menutup diskusi
TUGAS PERSONAL 2 โ SESI 2 (MINGGU 7)
Mata Kuliah: Evaluasi Program Kesehatan Reproduksi
Semester 3 | Periode 2 | Sesi 2
| Identitas Tugas |
Detail |
| Jenis Tugas | Tugas Personal Kedua โ Sesi 2 |
| Minggu | Minggu ke-7 |
| Materi | Modul 6โ7 |
| Bobot Nilai | 10% dari nilai akhir mata kuliah |
| Pengerjaan | Individual |
| Batas Pengumpulan | Akhir Minggu ke-7 (7 hari sejak tugas dibuka) |
| Format Luaran | Policy brief + lembar kerja analisis biaya, format Word atau PDF |
| Panjang | Policy brief: 600โ900 kata; lembar kerja: tidak dibatasi |
| Referensi | Minimal 4 referensi dalam format Vancouver |
PETUNJUK PENGERJAAN
- Tugas ini terdiri dari dua komponen yang saling melengkapi: analisis ekonomi teknis (lembar kerja) dan komunikasi hasil untuk pembuat kebijakan (policy brief)
- Komponen lembar kerja menguji kemampuan menghitung dan menginterpretasikan angka; komponen policy brief menguji kemampuan menerjemahkan angka menjadi argumen kebijakan
- Peserta didik yang tidak memiliki data biaya nyata dari program yang dikenal dapat menggunakan data simulasi yang disediakan di LMS, atau membangun skenario hipotetis yang realistis dengan justifikasi yang jelas
๐บ๏ธ SKENARIO
Anda adalah konsultan evaluasi yang diminta oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten untuk menyiapkan dua dokumen sebelum rapat anggaran tahun depan: (1) analisis biaya dan cost-effectiveness dari dua strategi layanan KB pasca persalinan yang sedang dipertimbangkan, dan (2) policy brief yang menggunakan temuan analisis ekonomi untuk merekomendasikan pilihan strategi kepada Bupati.
TUGAS
Komponen A โ Lembar Kerja Analisis Ekonomi
Kerjakan perhitungan berikut menggunakan data yang disediakan di LMS (atau data simulasi yang Anda bangun sendiri):
A1. Unit Cost Analysis
Hitung biaya per klien dan biaya per akseptor KB aktif untuk dua strategi berikut:
- Strategi 1 โ Konseling Individual di Klinik: Data yang diberikan: total biaya program tahunan, jumlah klien, proporsi akseptor KB pada 6 bulan.
- Strategi 2 โ Konseling Kelompok + Kunjungan Rumah: Data yang diberikan: total biaya program tahunan, jumlah klien, proporsi akseptor KB pada 6 bulan.
Tampilkan semua perhitungan secara transparan, termasuk asumsi yang Anda buat.
A2. Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER)
Hitung ICER untuk membandingkan Strategi 2 vs. Strategi 1. Identifikasikan posisi dalam four-quadrant framework dan interpretasikan maknanya untuk keputusan kebijakan.
A3. Sensitivity Analysis (One-Way)
Lakukan sensitivity analysis untuk dua parameter yang Anda nilai paling kritis dalam perhitungan ini. Untuk setiap parameter, variasikan nilai dalam rentang ยฑ25% dari nilai dasar dan catat bagaimana ICER berubah. Apakah kesimpulan robust?
A4. Cost of Inaction
Estimasikan biaya yang dapat diselamatkan per tahun jika strategi yang lebih cost-effective diimplementasikan di seluruh kabupaten (dibandingkan dengan status quo). Tampilkan asumsi Anda secara eksplisit.
Komponen B โ Policy Brief untuk Bupati
Susun policy brief (600โ900 kata) yang menggunakan temuan dari Komponen A untuk merekomendasikan pilihan strategi layanan KB pasca persalinan kepada Bupati.
Policy brief harus mencakup:
- Judul: Kalimat yang menyatakan rekomendasi utama secara langsung (bukan sekadar topik)
- Konteks dan Masalah (ยฑ100 kata): Mengapa keputusan ini penting? Apa konsekuensinya bagi kesehatan ibu dan anggaran daerah?
- Temuan Kunci (ยฑ200 kata): Tiga temuan terpenting dari analisis ekonomi, dalam bahasa yang dapat dipahami Bupati (tanpa jargon teknis seperti "ICER"). Sertakan angka konkret, tetapi jelaskan maknanya.
- Rekomendasi (ยฑ200 kata): Rekomendasi yang spesifik, dengan justifikasi ekonomi dan kesehatan. Cantumkan: apa yang direkomendasikan, mengapa, perkiraan dampak jika diimplementasikan, dan implikasi anggaran.
- Keterbatasan dan Risiko (ยฑ150 kata): Dua keterbatasan analisis yang harus Bupati ketahui sebelum mengambil keputusan. Bukan untuk melemahkan rekomendasi, tetapi untuk memastikan ekspektasi yang realistis.
- Langkah Berikutnya (ยฑ100 kata): Tiga tindakan konkret yang harus dilakukan dalam 90 hari jika rekomendasi diterima.
RUBRIK PENILAIAN
| Komponen |
Indikator Penilaian |
Bobot |
| A1 โ Unit Cost |
Ketepatan perhitungan; transparansi asumsi; interpretasi yang bermakna |
20% |
| A2 โ ICER |
Ketepatan formula; ketepatan klasifikasi four-quadrant; kedalaman interpretasi kebijakan |
20% |
| A3 โ Sensitivity |
Ketepatan prosedur; identifikasi parameter kritis yang tepat; interpretasi robustness |
20% |
| A4 โ Cost of Inaction |
Realisme asumsi scaling; transparansi kalkulasi; kekuatan argumen kebijakan |
10% |
| B โ Policy Brief |
Kejelasan judul/rekomendasi; akurasi terjemahan teknis ke bahasa kebijakan; spesifisitas langkah berikutnya; kejujuran tentang keterbatasan |
30% |
REFERENSI MINIMAL YANG DISARANKAN
- Drummond MF, Sculpher MJ, Claxton K, Stoddart GL, Torrance GW. Methods for the Economic Evaluation of Health Care Programmes. 4th ed. Oxford: Oxford University Press; 2015.
- UNFPA. Adding It Up: Investing in Contraception and Maternal and Newborn Health. New York: Guttmacher/UNFPA; 2017.
- WHO-CHOICE. Making Choices in Health: WHO Guide to Cost-Effectiveness Analysis. Geneva: WHO; 2003.
- Cleland J, et al. Contraception and health. The Lancet. 2012;380(9837):149-156.
Malang, Maret 2026
Penyusun