Evaluasi untuk Dampak Jangka Panjang
Semester 3 | Periode 2 | MK Evaluasi Program Kesehatan Reproduksi (4 SKS) | Sesi 2 | Modul 9
Dr.dr. Budi Siswanto, Sp.OG., Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Oktober 2025. Ruang sidang Kementerian Kesehatan, Jakarta.
Dr. Farid berdiri di depan panel yang terdiri dari Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, perwakilan BKKBN, dua akademisi dari UI dan UGM, dan seorang staf teknis WHO Indonesia. Di tangannya ada laporan evaluasi yang sudah direvisi β kali ini bukan hanya tentang efektivitas dan efisiensi, tapi tentang potensi program KR Remaja Sulawesi Tenggara untuk dijadikan model nasional.
Direktur Jenderal membuka diskusi dengan pertanyaan yang tajam: "Dr. Farid, laporan Anda meyakinkan kami bahwa program ini berhasil di enam kabupaten Sulawesi Tenggara. Tapi Indonesia punya 514 kabupaten. Pertanyaan saya: apakah yang berhasil di sana akan berhasil di sini? Apa yang perlu diubah? Dan yang lebih penting β apakah program ini dapat berjalan tanpa dukungan teknis dari tim Anda setelah dua tahun?"
Dr. Farid tahu ini adalah pertanyaan yang paling sulit. Semua evaluasinya selama setahun terakhir menjawab pertanyaan tentang apakah program berhasil, mengapa ia berhasil, dan berapa biayanya. Tapi ia belum pernah secara sistematis menjawab: apakah program ini dapat direplikasi, diperbesar, dan dipertahankan di luar kondisi di mana ia dikembangkan?
Ini bukan pertanyaan yang sama. Dan jawabannya memerlukan kerangka analisis yang berbeda.
Evaluasi program yang berhenti pada pertanyaan "apakah program ini berhasil?" tidak lengkap untuk tujuan kebijakan kesehatan masyarakat. Pembuat kebijakan dan donor membutuhkan jawaban atas pertanyaan yang lebih jauh: Dapatkah program ini dibesarkan untuk menjangkau lebih banyak orang? Dapatkah ia bertahan setelah proyek percontohan berakhir? Dapatkah ia ditransfer ke konteks yang berbeda tanpa kehilangan efektivitasnya? Modul ini membangun kapasitas untuk mengevaluasi dimensi-dimensi ini secara sistematis β dari analisis skalabilitas hingga penilaian keberlanjutan institusional, hingga kerangka transferabilitas berbasis bukti.
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta didik mampu:
| Komponen Program | Bukti Efektivitas (1-5) | Bukti Skalabilitas (1-5) | Status | Tindakan yang Diperlukan |
|---|---|---|---|---|
| Konseling KB individual | 4 | 2 | Perlu penguatan | Standardisasi protokol; pelatihan massal |
| Peer educator remaja | 3 | 4 | Siap scaling | Monitor fidelity di lokasi baru |
| Klinik ramah remaja | 4 | 3 | Hampir siap | Selesaikan panduan infrastruktur minimum |
| Sistem rujukan | 2 | 2 | Belum siap | Perkuat bukti; perbaiki desain |
INTERPRETASI:
| Dimensi | Skor Saat Ini (1-4) | Target 2 Tahun | Gap | Tindakan Prioritas |
|---|---|---|---|---|
| Dukungan politik | 3 | 4 | 1 | Masukkan dalam RPJMD |
| Stabilitas pendanaan | 2 | 3 | 1 | Negosiasi line item APBD |
| Kemitraan | 3 | 3 | 0 | Pertahankan |
| Kapasitas organisasi | 2 | 4 | 2 | Rekrut koordinator tetap |
| Adaptasi program | 3 | 3 | 0 | Pertahankan mekanisme review |
| Komunikasi | 2 | 3 | 1 | Kembangkan strategi media |
| Dampak kesehatan | 4 | 4 | 0 | Dokumentasikan dan komunikasikan |
| Perencanaan strategis | 1 | 3 | 2 | Kembangkan exit strategy |
FORMULA DASAR:
Contoh untuk program peer education KR:
IMPLIKASI UNTUK TRANSFERABILITAS:
IMPLIKASI: Klaim transferabilitas yang kuat memerlukan bukti dari multiple contexts. Klaim berdasarkan satu studi pilot harus disertai caveats yang eksplisit.
Keputusan tentang apakah dan bagaimana memperbesar program melibatkan pertimbangan yang kompleks dan saling berkaitan
| Dimensi | Status | Keterangan |
|---|---|---|
| Efektivitas program | π’ | Terbukti dalam 6 kabupaten |
| Kesiapan scaling | π‘ | 3 dari 5 komponen siap |
| Keberlanjutan finansial | π΄ | Bergantung 78% pada donor |
| Keberlanjutan institusional | π‘ | Kapasitas Dinkes memadai; staf kunci rentan turnover |
| Transferabilitas | π‘ | Konteks rural terpencil memerlukan adaptasi khusus |
"Scale with caution: program siap diperluas ke 20 kabupaten berikutnya DENGAN SYARAT: (1) negosiasi line item APBD selesai, (2) rekrutmen 2 koordinator provinsi yang permanen, dan (3) panduan adaptasi untuk konteks rural terpencil dikembangkan dalam 6 bulan pertama."
Modul 9 memiliki Tugas Kelompok 4 yang dikumpulkan Minggu ke-9. Thread diskusi di bawah ini adalah refleksi paralel.
Pertanyaan 1: Direktur Jenderal Kemenkes menginginkan program KR Remaja Sulawesi Tenggara dijadikan model nasional dan direplikasi di seluruh Indonesia dalam 3 tahun. Dr. Farid memiliki bukti efektivitas yang kuat, tetapi analisis scaling readiness-nya menunjukkan bahwa dua komponen kritis masih rendah skalabilitasnya, dan keberlanjutan finansial sangat bergantung pada donor. (a) Apa yang seharusnya Dr. Farid rekomendasikan kepada Dirjen: mendukung replikasi nasional, memodifikasinya, atau menolaknya? Bangun argumen berbasis bukti untuk posisi yang Anda pilih. (b) Bagaimana ia mengelola tekanan politik untuk scale up cepat sambil mempertahankan integritas rekomendasinya? (c) Apa risiko terbesar jika scaling dilakukan terlalu cepat β dan bagaimana risiko ini dapat diantisipasi dalam desain program scaling?
Pertanyaan 2: Sebuah NGO dari Kenya mengklaim memiliki program peer education KR remaja yang "terbukti efektif" dengan hasil RCT yang kuat dan ingin mengadaptasinya untuk Indonesia. (a) Menggunakan kerangka realist evaluation (CMO configuration), identifikasikan tiga pertanyaan kritis yang harus dijawab sebelum memutuskan apakah program ini dapat ditransfer ke Indonesia. (b) Data apa yang perlu dikumpulkan untuk menjawab setiap pertanyaan tersebut, dan dalam waktu berapa lama? (c) Apa kondisi minimum yang harus ada agar transfer program ini memiliki peluang keberhasilan yang reasonable?
Mata Kuliah: Evaluasi Program Kesehatan Reproduksi
Semester 3 | Periode 2 | Sesi 2
| Identitas Tugas | Detail |
|---|---|
| Jenis Tugas | Tugas Kelompok Keempat β Sesi 2 |
| Minggu | Minggu ke-9 |
| Materi | Modul 6β9 |
| Bobot Nilai | 15% dari nilai akhir mata kuliah |
| Pengerjaan | Kelompok (3β4 orang, kelompok yang sama) |
| Batas Pengumpulan | Akhir Minggu ke-9 (7 hari sejak tugas dibuka) |
| Format Luaran | Laporan Analisis Scaling, Sustainment, dan Transfer, format Word atau PDF |
| Panjang | 2.200β3.000 kata (tidak termasuk matriks, tabel, dan referensi) |
| Referensi | Minimal 6 referensi dalam format Vancouver |
Tim Dr. Farid diminta oleh Kementerian Kesehatan untuk menyiapkan laporan teknis yang menjawab satu pertanyaan kebijakan: "Apakah Program [yang dipilih kelompok] siap untuk diperbesar ke skala nasional, dan dalam kondisi apa?" Laporan ini akan menjadi bahan utama rapat tim teknis yang akan memutuskan alokasi anggaran program KR nasional tahun depan.
Deskripsikan program yang akan dianalisis secara singkat dan padat:
Lakukan penilaian kesiapan scaling menggunakan kerangka ExpandNet/WHO:
Isi Scaling Readiness Matrix berikut untuk program yang Anda pilih:
| Komponen Program | Bukti Efektivitas (1β5) | Bukti Skalabilitas (1β5) | Status Kesiapan | Tindakan yang Diperlukan |
|---|---|---|---|---|
| [Komponen 1] | ||||
| [Komponen 2] | ||||
| [Komponen 3] | ||||
| [Komponen 4] | ||||
| [Komponen 5] |
Setelah matriks, tuliskan analisis naratif yang:
Lakukan penilaian keberlanjutan menggunakan Integrated Sustainability Framework (Schell et al.):
Isi Sustainability Scorecard berikut:
| Dimensi | Skor Saat Ini (1β4) | Target 2 Tahun | Gap | Tindakan Prioritas |
|---|---|---|---|---|
| Dukungan politik | ||||
| Stabilitas pendanaan | ||||
| Kemitraan | ||||
| Kapasitas organisasi | ||||
| Adaptasi program | ||||
| Komunikasi | ||||
| Dampak kesehatan | ||||
| Perencanaan strategis |
Setelah scorecard, tuliskan analisis naratif yang:
Lakukan analisis transferabilitas menggunakan kerangka realist evaluation:
Identifikasikan dua CMO (Context-Mechanism-Outcome) configuration yang paling kritis untuk efektivitas program ini, kemudian untuk setiap CMO:
Sintesiskan temuan dari Bagian 1β4 menjadi satu rekomendasi kebijakan yang jelas kepada Kementerian Kesehatan. Rekomendasi harus:
| Komponen | Indikator Penilaian | Bobot |
|---|---|---|
| Bagian 1 β Profil | Kejelasan dan relevansi deskripsi; kualitas ringkasan bukti efektivitas | 10% |
| Bagian 2 β Scaling | Kedalaman penilaian kesiapan per komponen; realisme identifikasi risiko voltage drop; estimasi biaya yang masuk akal | 25% |
| Bagian 3 β Sustainability | Kedalaman penilaian per dimensi; konkretnya exit strategy; realisme skenario kegagalan dan mitigasi | 25% |
| Bagian 4 β Transferability | Ketepatan konstruksi CMO; kedalaman analisis konteks tiga setting; kejujuran confidence statement | 25% |
| Bagian 5 β Rekomendasi | Koherensi sintesis; keberanian dan kejernihan rekomendasi; spesifisitas indikator monitoring | 15% |
Malang, Maret 2026
Penyusun