Analisis Situasi & Stakeholder Mapping
Semester 5 | Periode 1 | Minggu 3-4
Dr. dr. Budi Siswanto, Sp.OG., Subsp. Obginsos., SH., S.Kom.
Kebijakan adalah hasil dari negosiasi antar-aktor yang saling berkompetisi. Modul ini membimbing Anda memetakan "ekosistem" di mana kebijakan kesehatan reproduksi Anda akan lahir. Anda akan belajar mengidentifikasi aktor kunci yang mampu mempercepat (enabler) atau menghambat (blocker) agenda kebijakan Anda, serta bagaimana memosisikan diri di antara kepentingan mereka yang sering kali bertolak belakang.
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta didik mampu:
Mengidentifikasi secara sistematis semua aktor yang memiliki kepentingan, pengaruh, atau dampak terhadap kebijakan KR โ dari level nasional hingga komunitas.
Mengklasifikasikan stakeholder berdasarkan tingkat kekuasaan dan kepentingan untuk merancang strategi engagement yang tepat dan efisien.
Menganalisis hubungan dan aliran pengaruh antar aktor untuk mengidentifikasi jalur advokasi yang paling efektif dan membangun koalisi strategis.
Aktor yang menentukan keberhasilan.
Strategi: Manage Closely
Contoh: Kepala Dinas Kesehatan, Ketua POGI Wilayah, Direktur RSUD Rujukan
Aktor yang punya wewenang namun belum peduli.
Strategi: Keep Satisfied
Contoh: Bupati/Walikota, Anggota DPRD Komisi IV, Kepala Bappeda
Kelompok terdampak (masyarakat/pasien).
Strategi: Keep Informed
Contoh: Ibu hamil, kader Posyandu, organisasi perempuan, LSM lokal
Aktor dengan pengaruh dan kepentingan minimal.
Strategi: Monitor
Contoh: Masyarakat umum di luar wilayah target, sektor swasta tidak terkait
Seseorang mungkin memiliki power rendah secara formal, tetapi memiliki pengaruh tinggi karena hubungan dekat dengan decision-maker.
Buat Matriks Stakeholder dalam format tabel berikut:
| Nama Aktor | Posisi Saat Ini | Kekuatan (1-5) | Kepentingan (1-5) | Strategi Komunikasi |
|---|---|---|---|---|
| Contoh: Kepala Dinas Kesehatan | Supportif terhadap penguatan KR, tapi khawatir anggaran | 5 | 4 | Manage closely: libatkan dalam penyusunan RAB, berikan data cost-benefit |
| Aktor Anda 1 | ... | ... | ... | ... |
| Aktor Anda 2 | ... | ... | ... | ... |
| Aktor Anda 3 | ... | ... | ... | ... |
Kriteria:
Tuliskan Analisis Risiko Aktor: Identifikasi satu aktor yang paling mungkin menolak kebijakan Anda, dan rumuskan argumen untuk memitigasi penolakan tersebut (strategi reframing isu).
Contoh: Jika Kepala Bagian Anggaran Dinkes menolak usulan insentif bidan karena "tidak ada pos anggaran", reframing-nya bukan "minta tambah anggaran", tapi "alihkan 5% dari pos pelatihan yang underutilized ke insentif retensi โ dengan bukti bahwa retensi bidan mengurangi biaya rekrutmen ulang".
Format pengumpulan: File PDF dengan nama: [Nama]_[NIM]_StakeholderAnalysis_Minggu4.pdf
1. Siapa aktor yang paling strategis untuk menjadi "juara" (champion) dalam mendukung kebijakan Anda di level internal RS atau eksternal (Pemerintah)?
Petunjuk: Champion yang efektif bukan hanya yang powerful, tetapi yang memiliki kombinasi: (1) kredibilitas di mata peer-nya, (2) kepentingan yang selaras dengan kebijakan Anda, (3) kapasitas komunikasi untuk memengaruhi orang lain, dan (4) keberanian mengambil risiko politik. Identifikasi champion potensial dengan kriteria ini, lalu rancang strategi untuk "mengaktivasi" mereka โ bukan hanya menunggu mereka muncul secara spontan.
2. Bagaimana cara mengomunikasikan kebijakan Anda jika aktor yang memiliki power tinggi justru memiliki kepentingan finansial atau politik yang berseberangan dengan kebijakan kesehatan Anda?
Petunjuk: Konfrontasi langsung jarang efektif. Strategi yang lebih canggih: (1) Cari "common ground" โ area di mana kepentingan Anda dan mereka tumpang tindih, sekecil apapun; (2) Tawarkan "win-win framing" โ bagaimana kebijakan KR dapat juga mendukung kepentingan mereka (misal: peningkatan capaian program sebagai prestasi politik); (3) Bangun koalisi penengah โ libatkan aktor netral yang dihormati kedua pihak untuk memfasilitasi dialog; (4) Siapkan "off-ramp" โ jalur kompromi yang memungkinkan mereka mundur dengan tetap menjaga muka jika resistensi awal terlalu kuat.