Opsi 1: Jalur Akademik (Penelitian/Studi Kasus)

Orientasi Riset & Identifikasi Research Gap dalam Obginsos

Semester 5 | Periode 1 | Minggu 1-2

Dr. dr. Budi Siswanto, Sp.OG., Subsp. Obginsos., SH., S.Kom.

πŸ”¬ Fokus: Penelitian Akademik πŸ“Š Identifikasi Research Gap πŸ“‹ Tugas Minggu 1-2

πŸ“‹ Daftar Isi Modul

A. Deskripsi Modul

Sebagai kandidat subspesialis, penelitian Anda bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan kontribusi ilmiah untuk memecahkan kebuntuan klinis. Modul ini membimbing Anda mengonversi fenomena lapangan menjadi masalah penelitian yang tajam. Fokus utama adalah mengidentifikasi research gapβ€”titik di mana literatur saat ini belum mampu menjawab tantangan nyata di RS atau komunitas.

B. Capaian Pembelajaran

Setelah menyelesaikan modul ini, peserta didik mampu:

  1. Mampu memetakan isu klinis menjadi masalah penelitian yang spesifik.
  2. Mampu menyusun problem statement dengan kerangka PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome).
  3. Mampu membedah literatur untuk membuktikan adanya kekosongan (gap) pengetahuan.
🎯 Kerangka PICO untuk Formulasi Masalah Penelitian
P Population
Populasi target penelitian
I Intervention
Intervensi atau eksposur yang diteliti
C Comparison
Pembanding/kontrol (jika ada)
O Outcome
Hasil yang diukur

C. Materi Inti (Panduan Operasional)

Untuk menghasilkan penelitian yang berdampak, ikuti alur ini:

1Teknik Scoping Masalah

πŸ“Š Data Sekunder

Akses data rekam medis, laporan bulanan RS/Dinkes, dan data surveilans.

πŸ” Observasi

Identifikasi bottleneck (misalnya: tingginya angka rujukan ibu hamil dengan anemia yang tidak tertangani di layanan primer).

πŸ—ΊοΈ Pemetaan Masalah

Gunakan Fishbone Diagram untuk memisahkan masalah klinis dari masalah manajerial.

🐟 Fishbone Diagram (Ishikawa)
Alat visual untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah:
Kategori umum: Manusia, Metode, Material, Mesin, Lingkungan, Manajemen

2Strategi Mencari Research Gap

πŸ“‹ Evaluasi Protokol

Apakah standar operasional yang ada sekarang masih efektif?

πŸ“š Review Literatur

Gunakan teknik PRISMA flow untuk melihat apa yang sudah diteliti dan apa yang masih kontradiktif.

Alur PRISMA untuk Literature Review:
1 Identifikasi: Pencarian database (PubMed, Scopus, Google Scholar, Portal Kemenkes)
2 Screening: Eliminasi duplikat dan seleksi berdasarkan judul/abstrak
3 Eligibility: Penilaian full-text terhadap kriteria inklusi/eksklusi
4 Included: Studi final yang dianalisis untuk identifikasi gap
🎯 Identifikasi Gap

Cari area yang "belum tersentuh", misalnya: faktor budaya yang menghambat kepatuhan, atau efektivitas intervensi baru pada populasi spesifik.

3Formulasi Masalah (The Research Formula)

Ubah fenomena menjadi pertanyaan ilmiah:

"Mengapa [Variabel X] tidak berpengaruh terhadap [Hasil Y] pada populasi [Z]?"

Contoh konkret dalam Obginsos:

  • "Mengapa pemberian suplementasi zat besi tidak menurunkan prevalensi anemia pada ibu hamil trimester III di daerah pesisir NTT?"
  • "Mengapa program edukasi kontrasepsi modern tidak meningkatkan akseptor KB jangka panjang pada remaja di wilayah urban?"
  • "Mengapa protokol manajemen eklampsia standar tidak mengurangi mortalitas maternal di RS tipe C daerah terpencil?"

D. Panduan Tugas & Output Minggu 1-2

πŸ“‹ Tugas 1: Daftar Inventaris Masalah (DIM)

Susun Daftar Inventaris Masalah (DIM) klinis dari unit kerja Anda. Pilih 3 masalah paling krusial.

  • Fokus pada masalah yang memiliki implikasi klinis signifikan
  • Prioritaskan masalah dengan data pendukung yang dapat diakses
  • Pertimbangkan feasibilitas penelitian dalam konteks sumber daya Anda
πŸ“š Tugas 2: Mini-Literature Review

Lakukan mini-literature review (minimal 5 jurnal terkini) untuk setiap masalah tersebut untuk melihat apakah masalah tersebut sudah terjawab atau masih memiliki celah penelitian.

  • Gunakan database: PubMed, Scopus, Google Scholar, Portal Jurnal Kemenkes
  • Filter: publikasi 5 tahun terakhir, relevansi dengan konteks Indonesia/Asia Tenggara
  • Catat: metodologi, temuan utama, dan keterbatasan setiap studi

πŸ“„ Output: Proposisi Masalah

Panjang: maksimal 500 kata

Konten wajib:

  1. Latar belakang: Deskripsi fenomena klinis yang diamati
  2. Data pendukung: Bukti kuantitatif/kualitatif dari unit kerja atau literatur
  3. Identifikasi gap: Penjelasan spesifik tentang apa yang belum diketahui/dipecahkan oleh literatur saat ini
  4. Relevansi: Mengapa penelitian ini penting untuk praktik Obginsos di Indonesia

Format: Dokumen Word/PDF, font 11pt, spasi 1.5, margin normal

E. Pertanyaan Refleksi

1. Apakah masalah yang Anda pilih hanya terjadi karena kurangnya SDM (manajerial) atau karena kurangnya pemahaman klinis/ilmiah (akademik)?

Petunjuk: Refleksi ini membantu Anda membedakan apakah solusi yang diperlukan adalah intervensi manajerial (pelatihan, rekrutmen, SOP) atau intervensi berbasis evidence (penelitian untuk menghasilkan pengetahuan baru).

2. Data apa yang paling sulit Anda akses saat ini dan bagaimana cara memitigasinya?

Petunjuk: Identifikasi hambatan akses data (etika, birokrasi, kualitas) dan rancang strategi mitigasi: kolaborasi dengan unit rekam medis, penggunaan data agregat, atau pendekatan kualitatif sebagai alternatif.

F. Referensi

Referensi Utama dari Modul:

  1. Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks: SAGE Publications.
  2. Booth, A., Sutton, A., & Papaioannou, D. (2016). Systematic Approaches to a Successful Literature Review (2nd ed.). London: SAGE Publications.
  3. Portal Jurnal Kesehatan Reproduksi Kemenkes: https://ejournal.litbang.kemkes.go.id/

Referensi Tambahan yang Direkomendasikan:

  1. Page, M. J., et al. (2021). The PRISMA 2020 statement: an updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71. https://doi.org/10.1136/bmj.n71
  2. Richardson, W. S., et al. (1995). The well-built clinical question: a key to evidence-based decisions. ACP Journal Club, 123(3), A12-A13. https://doi.org/10.7326/ACPJC-1995-123-3-A12
  3. Sackett, D. L., et al. (1996). Evidence based medicine: what it is and what it isn't. BMJ, 312(7023), 71-72. https://doi.org/10.1136/bmj.312.7023.71
  4. World Health Organization. (2022). WHO recommendations on antenatal care for a positive pregnancy experience. Geneva: WHO. https://www.who.int/publications/i/item/9789240045989
  5. Kementerian Kesehatan RI. (2023). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Obstetri dan Ginekologi. Jakarta: Kemenkes RI. https://www.kemkes.go.id
  6. Greenhalgh, T., & Peacock, R. (2005). Effectiveness and efficiency of search methods in systematic reviews of complex evidence: audit of primary sources. BMJ, 331(7524), 1064-1065. https://doi.org/10.1136/bmj.38636.593461.68
  7. PubMed Central β€” National Library of Medicine: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/
  8. Scopus Database β€” Elsevier: https://www.scopus.com/
  9. Cochrane Library β€” Systematic Reviews in Health: https://www.cochranelibrary.com/
  10. Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology (InaJOG): https://inajog.id/
πŸ’‘ Tips Praktis untuk Kandidat Subspesialis
  • Mulai dari yang kecil: Penelitian yang fokus dan feasible lebih baik daripada proposal ambisius yang tidak realistis.
  • Kolaborasi dengan unit rekam medis dan bagian penelitian RS sejak awal untuk mempermudah akses data.
  • Gunakan reference manager (Zotero, Mendeley, EndNote) sejak tahap literatur review untuk efisiensi dan akurasi sitasi.
  • Konsultasikan proposal dengan pembimbing akademik dan komite etik sebelum pengumpulan data.
  • Dokumentasikan setiap langkah proses penelitian β€” ini penting untuk transparansi dan reproducibility.