Opsi 1: Jalur Akademik

Penelusuran Literatur Sistematik & Konstruksi Kerangka Teori

Semester 5 | Periode 1 | Minggu 3-4

Dr. dr. Budi Siswanto, Sp.OG., Subsp. Obginsos., SH., S.Kom.

πŸ” Systematic Searching πŸ“Š Critical Appraisal πŸ—ΊοΈ Kerangka Konseptual

πŸ“‹ Daftar Isi Modul

A. Deskripsi Modul

Kerangka teori adalah "kompas" penelitian Anda. Modul ini membimbing Anda membangun argumen logis yang menghubungkan determinan sosial dengan luaran klinis. Anda akan belajar beralih dari sekadar membaca literatur menjadi melakukan sintesis kritis untuk memvalidasi mengapa hubungan antara variabel yang Anda teliti benar-benar terjadi dalam konteks kesehatan reproduksi yang kompleks.

πŸ’‘ Mengapa Kerangka Teori Penting?
  • Memberikan fondasi logis untuk hipotesis penelitian
  • Membantu mengidentifikasi variabel kunci dan hubungan antar-variabel
  • Memandu pemilihan metode analisis yang tepat
  • Memperkuat validitas interpretasi hasil penelitian
  • Memfasilitasi komunikasi temuan kepada komunitas ilmiah

B. Capaian Pembelajaran

Setelah menyelesaikan modul ini, peserta didik mampu:

  1. Mampu menerapkan strategi Systematic Searching yang efektif menggunakan operator Boolean.
  2. Mampu melakukan Critical Appraisal terhadap validitas dan reliabilitas studi terdahulu.
  3. Mampu membangun bagan kerangka konseptual yang menghubungkan variabel independen, moderasi/mediasi, dan variabel dependen.
πŸ” Systematic Searching

Menggunakan strategi pencarian terstruktur dengan operator Boolean untuk menemukan literatur yang relevan, komprehensif, dan berkualitas tinggi dari database peer-reviewed.

πŸ”Ž Critical Appraisal

Menilai kualitas metodologis studi terdahulu menggunakan instrumen terstandarisasi untuk memastikan hanya bukti yang valid yang digunakan dalam konstruksi kerangka teori.

πŸ—ΊοΈ Conceptual Framework

Membangun visualisasi logis yang menghubungkan variabel penelitian dengan dukungan teori, menunjukkan mekanisme kausal yang mendasari hipotesis.

C. Materi Inti (Panduan Operasional)

1Strategi Systematic Searching

πŸ”— Operator Boolean: Formula Pencarian Efektif

Gunakan formula berikut untuk menyusun strategi pencarian yang komprehensif:

(Variabel A OR Sinonim A) AND (Variabel B OR Sinonim B) AND (Populasi/Konteks)
βœ… Contoh Penerapan

Topik: Pengaruh akses transportasi terhadap pemanfaatan ANC di daerah kepulauan

("transportation access" OR "geographic barrier" OR "travel distance")
AND ("antenatal care" OR "ANC utilization" OR "pregnancy care")
AND ("island" OR "archipelago" OR "remote area" OR "Indonesia")
πŸ“Œ Tips Pencarian
  • Gunakan tanda kutip untuk frasa eksak: "maternal mortality"
  • Gunakan asterisk untuk truncation: pregnan* mencari pregnancy, pregnancies, pregnant
  • Gunakan parentheses untuk mengelompokkan sinonim
  • Gunakan NOT untuk mengecualikan istilah yang tidak relevan

πŸ—„οΈ Database Prioritas untuk Literatur Peer-Reviewed

PubMed (Medline)
Scopus
Web of Science

2Teknik Critical Appraisal

⚠️ Jangan Menelan Semua Temuan Mentah-Mentah

Setiap studi memiliki keterbatasan metodologis. Critical appraisal membantu Anda:

  • Mengidentifikasi bias seleksi, informasi, atau konfounding
  • Menilai apakah metode analisis sesuai dengan pertanyaan penelitian
  • Menentukan apakah hasil dapat digeneralisasi ke konteks Anda
  • Membedakan korelasi dari kausalitas dalam interpretasi

πŸ“‹ Gunakan Checklist CASP untuk Evaluasi Sistematis

Critical Appraisal Skills Programme (CASP)

CASP menyediakan checklist terstandarisasi untuk berbagai desain studi:

  • Randomised Controlled Trials: 11 pertanyaan tentang validitas, hasil, dan relevansi
  • Cohort Studies: 12 pertanyaan fokus pada seleksi, pengukuran, dan konfounding
  • Case-Control Studies: 11 pertanyaan tentang bias seleksi dan recall
  • Qualitative Studies: 10 pertanyaan tentang kredibilitas dan transferabilitas
  • Systematic Reviews: 10 pertanyaan tentang strategi pencarian dan sintesis

Akses CASP Checklists: https://casp-uk.net/casp-tools-checklists/

3Konstruksi Kerangka Konseptual

πŸ—ΊοΈ Pemetaan Variabel: Menghubungkan Determinan dengan Outcome

Variabel Independen
Status Ekonomi
Aksesibilitas Transportasi
Tingkat Pendidikan
β†’
Variabel Dependen
Angka Kematian Ibu
Kepatuhan Antenatal
Utilisasi Persalinan Nakes

🧠 Integrasi Teori Sosial-Medis

Social Determinants of Health (WHO Framework)

Gunakan kerangka WHO tentang Determinan Sosial Kesehatan untuk memperkuat argumen mengapa variabel-variabel tersebut saling berhubungan:

  • Kondisi sosioekonomi dan politik: kebijakan kesehatan, sistem pembiayaan, ketimpangan struktural
  • Posisi sosial: pendidikan, pekerjaan, pendapatan, gender, etnis
  • Faktor perantara: stres psikososial, perilaku kesehatan, akses layanan, faktor biologis
  • Outcome kesehatan: morbiditas, mortalitas, kualitas hidup, equity

Referensi: WHO Social Determinants of Health

🎯 Prinsip Kerangka Konseptual yang Baik
  • Spesifik: variabel didefinisikan secara operasional dan terukur
  • Logis: hubungan antar-variabel didukung oleh teori atau bukti empiris
  • Parsimonious: cukup sederhana untuk diuji, cukup komprehensif untuk menjelaskan fenomena
  • Testable: memungkinkan pengujian hipotesis dengan metode yang feasible
  • Contextual: relevan dengan setting penelitian (misalnya: Indonesia, daerah kepulauan, sistem kesehatan desentralisasi)

D. Panduan Tugas & Output Minggu 3-4

πŸ“‹ Tugas 1: Log Pencarian (Excel)

Buat Log Pencarian yang mencatat:

  • Keyword yang digunakan: kombinasi operator Boolean yang diuji
  • Database yang diakses: PubMed, Scopus, Web of Science, atau lainnya
  • Jumlah temuan: total artikel yang ditemukan per strategi pencarian
  • Alasan inklusi/eksklusi jurnal: kriteria yang diterapkan dalam screening judul/abstrak/full-text

Format: File Excel dengan sheet terpisah untuk: (1) Search Strategy, (2) Screening Log, (3) Included Studies Summary

πŸ—ΊοΈ Tugas 2: Bagan Kerangka Konseptual

Susun Bagan Kerangka Konseptual menggunakan perangkat lunak visualisasi:

  • Tools yang direkomendasikan: Lucidchart, Microsoft Visio, Draw.io (gratis), atau PowerPoint
  • Konten wajib:
    • Variabel independen, dependen, moderasi, dan mediasi (jika ada)
    • Arah panah hubungan antar-variabel
    • Label yang menjelaskan mekanisme hubungan (misalnya: "meningkatkan akses", "memoderasi efek")
    • Referensi teori atau studi yang mendukung setiap hubungan
  • Prinsip desain: jelas, tidak overcrowded, konsisten dalam penggunaan simbol/warna

πŸ“„ Output: Draf Bab 2 (Tinjauan Pustaka & Kerangka Konseptual)

Konten wajib:

  1. Sintesis literatur terkini: ringkasan temuan utama dari studi-studi relevan, diorganisasi berdasarkan tema atau variabel, bukan daftar studi satu per satu
  2. Identifikasi research gap: apa yang belum diketahui atau belum konsisten dalam literatur saat ini
  3. Justifikasi teoretis: mengapa kerangka yang Anda usulkan masuk akal berdasarkan teori dan bukti yang ada
  4. Bagan alur hubungan antar-variabel: visualisasi kerangka konseptual yang telah dibuat di Tugas 2
  5. Implikasi untuk metode: bagaimana kerangka ini memandu pemilihan desain, pengukuran, dan analisis

Format: Dokumen Word, font 11pt (Times New Roman/Arial), spasi 1.5, margin normal, panjang 1.500–2.500 kata (tidak termasuk bagan dan referensi)

E. Pertanyaan Refleksi

1. Bagaimana Anda memastikan bahwa variabel moderasi (misalnya: tingkat pendidikan ibu) telah terwakili dalam kerangka penelitian Anda?

Petunjuk: Pertimbangkan apakah literatur menunjukkan bahwa efek variabel independen terhadap dependen berbeda pada subkelompok dengan tingkat pendidikan berbeda. Jika ya, pendidikan dapat berperan sebagai moderator. Pastikan kerangka Anda secara eksplisit menunjukkan interaksi ini dan bahwa metode analisis Anda (misalnya: stratified analysis atau interaction term dalam regresi) dapat mengujinya.

2. Dalam literatur yang Anda baca, apakah ada temuan yang kontradiktif (hasil penelitian A berbeda dengan B)? Bagaimana Anda mensintesis keduanya?

Petunjuk: Kontradiksi dalam literatur bukan kelemahanβ€”ia adalah peluang untuk analisis yang lebih mendalam. Pertimbangkan: apakah perbedaan disebabkan oleh konteks populasi yang berbeda, metode pengukuran yang berbeda, atau variabel konfounding yang tidak dikontrol? Sintesis yang baik mengakui kontradiksi, mengeksplorasi penjelasannya, dan mengidentifikasi kondisi di mana masing-masing temuan mungkin berlaku.

F. Referensi

Referensi Utama dari Modul:

  1. Ridley, D. (2012). The Literature Review: A Step-by-Step Guide for Students. London: SAGE Publications.
  2. CASP Checklists: https://casp-uk.net/casp-tools-checklists/
  3. PRISMA Statement: https://www.prisma-statement.org

Referensi Tambahan yang Direkomendasikan:

  1. Booth, A., Sutton, A., & Papaioannou, D. (2016). Systematic Approaches to a Successful Literature Review (2nd ed.). London: SAGE Publications.
  2. Grant, M. J., & Booth, A. (2009). A typology of reviews: an analysis of 14 review types and associated methodologies. Health Information & Libraries Journal, 26(2), 91-108. https://doi.org/10.1111/j.1471-1842.2009.00848.x
  3. Hart, C. (2018). Doing a Literature Review: Releasing the Social Science Research Imagination (2nd ed.). London: SAGE Publications.
  4. World Health Organization. (2021). Social determinants of health. Geneva: WHO. https://www.who.int/social_determinants/sdh_definition/en/
  5. Page, M. J., et al. (2021). The PRISMA 2020 statement: an updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71. https://doi.org/10.1136/bmj.n71
  6. Creswell, J. W., & Guetterman, T. C. (2019). Educational Research: Planning, Conducting, and Evaluating Quantitative and Qualitative Research (6th ed.). Harlow: Pearson.
  7. PubMed User Guide: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/help/
  8. Scopus Search Guide: https://service.elsevier.com/app/answers/detail/a_id/28461/supporthub/scopus/
  9. Draw.io (diagrams.net) β€” Free Diagramming Tool: https://app.diagrams.net/
  10. Lucidchart β€” Academic Resources: https://www.lucidchart.com/pages/academic-resources
πŸ’‘ Tips Praktis untuk Kandidat Subspesialis
  • Mulai dari review artikel: baca abstract dan conclusion dari 10–15 artikel terkini tentang topik Anda sebelum menyelami full-text β€” ini membantu memetakan landscape literatur dengan cepat.
  • Gunakan reference manager: Zotero, Mendeley, atau EndNote sejak awal untuk mengelola sitasi dan menghindari kehilangan referensi penting.
  • Document your search: simpan screenshot atau export hasil pencarian dari setiap database β€” ini penting untuk transparansi metodologis dan reproducibility.
  • Consult a librarian: banyak universitas memiliki librarian khusus kesehatan yang dapat membantu menyusun strategi pencarian yang optimal β€” manfaatkan layanan ini.
  • Iterate your framework: kerangka konseptual adalah dokumen hidup β€” revisi berdasarkan temuan literatur baru adalah tanda rigor, bukan ketidakpastian.