Etika Penelitian, Pengurusan Ethical Clearance, & Perizinan Lapangan
Semester 5 | Periode 1 | Minggu 7-8
Dr. dr. Budi Siswanto, Sp.OG., Subsp. Obginsos., SH., S.Kom.
Etika penelitian dalam Obginsos bukan sekadar formalitas administratif, melainkan perlindungan hukum bagi peneliti dan perlindungan moral bagi subjek yang rentan. Modul ini membimbing Anda menavigasi proses pengajuan ke Komisi Etik (KEPK) serta manajemen perizinan lapangan agar riset Anda memiliki legitimasi kuat secara medis, sosial, dan hukum.
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta didik mampu:
Memahami dan menerapkan empat pilar etika penelitian: manfaat (beneficence), tidak merugikan (non-maleficence), otonomi subjek (autonomy), dan keadilan (justice) dalam konteks penelitian kesehatan reproduksi.
Menyiapkan dokumen pengajuan KEPK yang lengkap, koheren, dan memenuhi standar nasional/internasional untuk mempercepat proses review dan approval.
Sebelum mengajukan ke Komisi Etik, pastikan semua dokumen berikut telah disiapkan:
Tuliskan secara eksplisit potensi risiko dan langkah mitigasi yang Anda ambil:
Jika subjek adalah ibu hamil, remaja, korban kekerasan, atau kelompok marginal, jelaskan secara spesifik bagaimana Anda menjaga otonomi mereka agar tidak merasa terpaksa karena posisi Anda sebagai dokter/tenaga medis:
Pastikan tertulis jelas dalam IC bahwa:
Data kesehatan reproduksi sering mengandung informasi yang sangat sensitif. Pertimbangkan tambahan:
Pastikan surat permohonan izin penelitian memuat:
Lengkapi Formulir Pengajuan KEPK sesuai instansi yang dituju. Pastikan deskripsi protokol riset (Bab 1-3) sudah selaras dengan formulir etik.
Format: Formulir resmi KEPK (unduh dari portal instansi terkait) + lampiran dokumen pendukung dalam 1 file PDF
Susun Prosedur Operasional Standar (SOP) Kerahasiaan Data, mulai dari pengambilan data hingga destruksi data (kapan data akan dihapus/dimusnahkan).
Konten wajib dalam paket:
Format pengumpulan: 1 file PDF terindeks (dengan bookmark) atau folder ZIP dengan struktur jelas; nama file: [Nama]_[NIM]_PaketEtik_Minggu8
1. Jika subjek penelitian Anda (misalnya pasien komplikasi) merasa tidak nyaman di tengah sesi wawancara, apa langkah konkret pertama yang akan Anda lakukan?
Petunjuk: Prioritaskan kesejahteraan subjek di atas kelanjutan pengumpulan data. Langkah pertama: hentikan sementara wawancara, tanyakan dengan empati apakah subjek ingin berhenti atau melanjutkan, dan tawarkan dukungan (istirahat, air minum, atau rujukan ke konselor jika diperlukan). Dokumentasikan insiden ini dalam catatan penelitian sebagai bagian dari proses etis.
2. Bagaimana cara Anda memastikan bahwa data yang Anda ambil tidak akan disalahgunakan atau bocor ke pihak ketiga yang tidak berwenang?
Petunjuk: Rancang strategi berlapis: (1) teknis: enkripsi, password, akses terbatas; (2) prosedural: SOP jelas, pelatihan tim, audit berkala; (3) kultural: komitmen etis tim, budaya kerahasiaan; (4) legal: perjanjian kerahasiaan dengan anggota tim, sanksi untuk pelanggaran. Ingat: keamanan data adalah tanggung jawab berkelanjutan, bukan sekadar checklist di awal penelitian.