Pilot Run, Validasi, & Debugging
Pilot project adalah miniatur dari sistem skala penuh. Anda tidak menjalankan inovasi pada seluruh unit sekaligus, melainkan pada satu sub-unit atau kelompok pasien tertentu (misal: hanya pada pasien poliklinik pagi). Tujuannya adalah melakukan uji ketahanan (stress test) terhadap desain Anda di Modul 2, menemukan celah yang tidak terlihat di atas kertas, dan melakukan perbaikan cepat (debugging) sebelum sistem dipermanenkan.
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta didik mampu:
Tentukan durasi (misal: 1 minggu) dan target (misal: 20 pasien pertama). Jangan biarkan sistem berjalan tanpa batas.
Setiap staf wajib memegang Logbook Masalah. Masalah sekecil apa pun (misal: tombol sistem IT yang sulit diklik atau printer macet) harus dicatat secara real-time.
Gunakan teknik Shadowing (mengamati langsung) untuk membandingkan waktu tunggu hasil pilot dengan data baseline Modul 1.
Diagram ini menunjukkan bagaimana umpan balik dari lapangan langsung diolah menjadi perbaikan sistem.
Susun dokumen satu halaman yang merinci:
Kumpulkan catatan kendala lapangan dengan format:
| Waktu | Deskripsi Kendala | Solusi Sementara | Status |
|---|---|---|---|
| Contoh: 08.30 | Contoh: Tombol "Submit" tidak responsif | Contoh: Gunakan tombol keyboard Enter | Selesai |
Buat laporan singkat mengenai apa saja yang Anda ubah dari desain asli Modul 2 setelah melihat kenyataan di lapangan.
Pilot run tidak boleh mengorbankan keamanan klinis. Jika terjadi keterlambatan tindakan medis akibat sistem baru, segera alihkan ke jalur konvensional.
Tekankan bahwa fase ini adalah masa belajar. Berikan apresiasi khusus bagi staf yang paling aktif melaporkan bug atau memberikan ide perbaikan.