Pengumpulan Data Lapangan / Klinis
Semester 5 | Periode 2 | Minggu 12-14
Dr. dr. Budi Siswanto, Sp.OG., Subsp. Obginsos., SH., S.Kom.
Minggu 12 hingga 14 adalah fase krusial di mana desain riset Anda diuji oleh realitas empiris. Integritas riset Anda ditentukan oleh seberapa konsisten dan akurat Anda menangkap fenomena di lapangan. Sebagai peneliti subspesialis, Anda tidak hanya berperan sebagai pengumpul data, tetapi juga sebagai manajer kualitas (quality assurance) yang memastikan data yang masuk bebas dari bias dan kesalahan sistemik.
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta didik mampu:
Menerapkan standar etika dan metodologis internasional dalam pengumpulan data penelitian klinis untuk melindungi hak, keselamatan, dan kesejahteraan subjek penelitian.
Membangun sistem dokumentasi yang mencatat setiap perubahan, keputusan, dan kejadian selama pengumpulan data untuk menjamin transparansi dan keterlacakan proses riset.
Mengidentifikasi dan merespons secara proaktif terhadap kendala teknis, resistensi subjek, atau situasi tak terduga yang dapat mengancam kualitas atau kelengkapan data.
Gunakan aplikasi data capture yang tervalidasi untuk meminimalisir kesalahan transkripsi (double entry):
Catatan: Validasi entry-level tidak menggantikan review manual โ tetapi mengurangi beban pembersihan data di tahap akhir.
Platform open-source untuk penelitian klinis dengan fitur keamanan tinggi, validasi built-in, dan compliance HIPAA/GCP.
https://project-redcap.org/Tool gratis untuk pengumpulan data lapangan, mendukung offline mode, GPS, dan export ke berbagai format.
https://www.kobotoolbox.org/Opsi sederhana untuk survei dasar; pastikan validasi logika dan pembatasan input telah dikonfigurasi dengan benar.
https://forms.google.com/Mengapa penting? Ini menjadi bukti validitas riset saat nanti ditanyakan oleh penguji/reviewer jurnal. Audit trail yang lengkap meningkatkan kredibilitas dan memungkinkan replikasi.
Jika data tetap tidak bisa didapat, dokumentasikan alasan missing-nya secara spesifik untuk bahan analisis di Bab 4 nanti:
Penting: Pola missing data yang sistematis (misal: semua subjek dari satu wilayah memiliki data tidak lengkap) dapat mengindikasikan bias seleksi yang perlu dilaporkan dan dibahas dalam limitasi studi.
Lakukan spot-check mingguan: Bandingkan 5-10% data yang masuk dengan dokumen sumber asli (misal: rekam medis atau kuesioner fisik) untuk melihat konsistensi.
Referensi: ICH Good Clinical Practice Guidelines
Buat Log Pengumpulan Data yang merinci milestone harian (jumlah subjek masuk, data yang lengkap, dan kendala lapangan).
Format: File Excel/Google Sheets + ringkasan naratif mingguan (maksimal 1 halaman per minggu)
Lakukan Pembersihan Data Awal: Identifikasi data ganda (duplicate), nilai yang hilang (missing), atau nilai yang tidak logis (outlier) di akhir setiap minggu.
Output: Laporan Data Cleaning mingguan yang mencakup: jumlah data diproses, jenis masalah ditemukan, tindakan korektif, dan dampaknya terhadap kualitas dataset
Konten wajib:
Format pengumpulan: Folder ZIP dengan struktur: [Nama]_[NIM]_Minggu12-14/ berisi: (1) Raw_Dataset/, (2) Data_Cleaning_Logs/, (3) Weekly_Progress_Reports/, (4) Research_Logbook.pdf
1. Sejauh mana data yang Anda kumpulkan saat ini mencerminkan realitas yang Anda temukan di lapangan, atau apakah ada kecenderungan "menyesuaikan" data agar sesuai dengan hipotesis?
Petunjuk: Refleksi ini menguji integritas ilmiah Anda. Data yang "dipaksa" sesuai hipotesis adalah pelanggaran etika penelitian yang dapat merusak kredibilitas karir Anda. Jika Anda merasa ada tekanan โ baik internal maupun eksternal โ untuk menyesuaikan data, diskusikan dengan pembimbing. Ingat: temuan negatif atau netral tetap bernilai ilmiah jika dikumpulkan dan dilaporkan dengan integritas.
2. Bagaimana Anda menjaga objektivitas jika subjek riset yang Anda temui memiliki keterikatan emosional/profesional dengan Anda sebagai klinisi?
Petunjuk: Dual role sebagai klinisi dan peneliti menciptakan tantangan unik: pasien mungkin memberikan jawaban yang mereka pikir Anda inginkan, atau Anda mungkin secara tidak sadar memengaruhi respons mereka. Strategi: (1) gunakan enumerator independen untuk pengumpulan data sensitif jika memungkinkan; (2) terapkan protokol wawancara terstandarisasi untuk meminimalkan bias pewawancara; (3) refleksikan secara berkala tentang potensi bias dan diskusikan dengan pembimbing; (4) dokumentasikan setiap situasi di mana dual role mungkin memengaruhi data.