Penyusunan Rekomendasi Strategis & Finalisasi Manuskrip Tesis

Dari Temuan Riset ke Dampak Kebijakan & Publikasi

Semester 5 | Periode 2 | Minggu 19-20

Dr. dr. Budi Siswanto, Sp.OG., Subsp. Obginsos., SH., S.Kom.

📝 Policy Brief 📄 Manuskrip Jurnal 🎯 Rekomendasi SMART

📋 Daftar Isi Modul

A. Deskripsi Modul

Modul ini adalah titik kulminasi. Rekomendasi bukan sekadar kalimat penutup, melainkan action plan yang harus bisa diimplementasikan oleh pemangku kebijakan. Anda akan belajar mentransformasikan riset yang berat menjadi dokumen policy brief yang ringkas, serta memangkas tesis yang tebal menjadi manuskrip artikel ilmiah yang siap dipublikasikan (submit) ke jurnal internasional.

💡 Mengapa Modul Ini Penting?
  • Riset yang tidak dikomunikasikan dengan baik tidak akan menghasilkan dampak kebijakan
  • Policy brief yang efektif menjembatani kesenjangan antara bukti ilmiah dan keputusan politik
  • Publikasi ilmiah memastikan temuan Anda berkontribusi pada tubuh pengetahuan global
  • Kemampuan distilasi (meringkas tanpa kehilangan esensi) adalah keterampilan kunci bagi akademisi-praktisi

B. Capaian Pembelajaran

Setelah menyelesaikan modul ini, peserta didik mampu:

  1. Mampu merumuskan rekomendasi yang actionable dengan kerangka SMART.
  2. Mampu melakukan sintesis temuan ke dalam format policy brief untuk stakeholder.
  3. Mampu melakukan "distilasi" tesis (konversi dari format tesis ke artikel jurnal).
🎯 Rekomendasi SMART

Merumuskan rekomendasi kebijakan yang Spesifik, Terukur, Dapat Dicapai, Relevan, dan Terikat Waktu, serta diprioritaskan secara eksplisit untuk implementasi.

📄 Policy Brief

Mensintesis temuan riset kompleks menjadi dokumen ringkas (2-4 halaman) yang dirancang khusus untuk pembuat kebijakan yang sibuk dan non-teknis.

✂️ Distilasi Tesis

Mengonversi tesis menjadi manuskrip jurnal dengan fokus pada "What happened?" (Hasil) dan "What does it mean?" (Pembahasan), mengikuti pedoman penulis jurnal target.

C. Materi Inti (Panduan Operasional)

1Konstruksi Rekomendasi (The SMART Policy Action)

🔗 Dari Problem ke Solution

Langkah 1: Identifikasi Masalah Spesifik

Pilih satu masalah spesifik yang ditemukan di Bab 4 (Hasil dan Pembahasan). Jangan mencoba menyelesaikan semua masalah sekaligus.

Langkah 2: Berikan Solusi Konkret

Rumuskan satu solusi konkret yang dapat dilakukan oleh RS atau Dinas Kesehatan dalam 6-12 bulan ke depan.

👥 Analisis Stakeholder

Identifikasi siapa yang harus menjalankan rekomendasi ini. Rekomendasi yang tidak memiliki "pemilik" yang jelas tidak akan diimplementasikan.

  • Direktur Medis: Untuk kebijakan internal RS, protokol klinis, alokasi sumber daya rumah sakit.
  • Kepala Dinas Kesehatan: Untuk kebijakan program komunitas, alokasi anggaran daerah, regulasi tingkat kabupaten/provinsi.
  • Kepala Bidang/Kepala Seksi: Untuk implementasi operasional dan monitoring harian.

✅ Kerangka SMART+E untuk Rekomendasi

SMART
  • Specific: Apa yang harus dilakukan, secara konkret?
  • Measurable: Bagaimana keberhasilan implementasi akan diketahui?
  • Achievable: Realistis dengan sumber daya yang tersedia.
  • Relevant: Terhubung langsung dengan temuan evaluasi yang spesifik.
  • Time-bound: Kapan harus dimulai? Kapan harus selesai?
+ Explicitly Prioritized
  • Bedakan: rekomendasi prioritas tinggi (harus segera) vs. menengah vs. jangka panjang.
  • Berikan justifikasi prioritisasi berdasarkan dampak dan feasibilitas.
  • Hindari daftar rekomendasi yang terlalu panjang tanpa prioritisasi — tidak ada yang akan diimplementasikan.

2Teknik Distilasi (Tesis ke Artikel Jurnal)

✂️ The 30% Rule

Tesis Anda biasanya memiliki detail metodologi yang panjang. Untuk jurnal:

  • Fokus pada: What happened? (Hasil) dan What does it mean? (Pembahasan).
  • Kurangi: Detail metodologi yang berlebihan, tinjauan pustaka yang terlalu luas, lampiran yang tidak esensial.
  • Target: Manuskrip artikel biasanya 30-40% dari panjang tesis asli.

📄 Struktur Manuskrip: IMRAD

Struktur Standar
  • Introduction: Latar belakang, masalah, tujuan, novelty.
  • Methods: Desain, partisipan, prosedur, analisis (ringkas tapi lengkap).
  • Results: Temuan utama, tabel/grafik kunci, statistik relevan.
  • Discussion: Interpretasi, perbandingan dengan literatur, implikasi, keterbatasan.
Panduan Penting
  • Hindari copy-paste langsung dari tesis. Tulis ulang dengan gaya bahasa jurnal.
  • Sesuaikan dengan Author Guidelines jurnal target (format sitasi, panjang kata, struktur).
  • Pilih jurnal yang tepat: Relevansi topik, reputasi, waktu review, open access vs. subscription.

3Manajemen Dokumen Final

🔍 Konsistensi & Formatting

Checklist Finalisasi
  • Cross-referencing: Gunakan Mendeley/Zotero untuk memastikan tidak ada sitasi yang "terputus" atau hilang dari daftar pustaka.
  • Final Polish: Periksa margin, penomoran tabel, judul gambar, dan affiliation penulis.
  • Konsistensi Format: Pastikan format sitasi (Vancouver, APA, dll.) konsisten di seluruh dokumen.
  • Proofreading: Baca ulang untuk typo, kesalahan tata bahasa, dan kejelasan kalimat.

D. Panduan Tugas & Output Minggu 19-20

📄 Tugas 1: Policy Brief

Susun lembar Rekomendasi Strategis (1-2 halaman) yang berisi:

  • Ringkasan masalah: Deskripsi singkat masalah kebijakan yang diangkat.
  • Bukti utama: Data riset kunci yang mendukung urgensi masalah.
  • Saran kebijakan: Rekomendasi SMART+E yang bisa langsung dibaca dan dipahami oleh Direktur/Pejabat Kesehatan.

Target Audiens: Pengambil keputusan (Kepala Dinas, Direktur RS, Anggota DPRD).

📝 Tugas 2: Manuskrip Artikel

Susun draf manuskrip artikel (target: 3000-4000 kata) sesuai format jurnal yang dipilih.

  • Struktur: IMRAD (Introduction, Methods, Results, Discussion).
  • Format: Sesuai Author Guidelines jurnal target (misal: BMC Health Services Research, PLOS ONE, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, dll.).
  • Novelty: Pastikan kebaruan penelitian menonjol di abstrak dan pendahuluan.

📦 Output Akhir

  1. Dokumen Tesis Final: Versi hardbound-ready (sudah melalui revisi final, formatting lengkap, daftar pustaka lengkap).
  2. Manuskrip Artikel Ilmiah: Sudah dalam format jurnal target, siap untuk proses submit atau internal review sebelum submit.
  3. Policy Brief: Dokumen ringkas 1-2 halaman untuk stakeholder kebijakan.

Catatan: Pastikan semua dokumen telah melalui proofreading akhir dan konsistensi format telah diperiksa.

E. Pertanyaan Refleksi

1. Jika rekomendasi Anda diberikan kepada kepala instansi saat ini, apakah mereka memiliki alasan yang cukup kuat untuk menolaknya? Jika iya, apa kelemahan argumen Anda?

Petunjuk: Refleksi ini menguji feasibilitas dan kekuatan persuasi rekomendasi Anda. Jika rekomendasi terlalu mahal, tidak realistis, atau tidak terhubung dengan prioritas instansi, kemungkinan ditolak akan tinggi. Perkuat argumen dengan bukti dampak dan efisiensi.

2. Sudahkah Anda memastikan bahwa novelty (orisinalitas) penelitian Anda menonjol di bagian abstrak manuskrip?

Petunjuk: Abstrak adalah bagian yang paling banyak dibaca. Pastikan kalimat pertama atau kedua abstrak dengan jelas menyatakan apa yang baru dari penelitian Anda — apakah metode baru, konteks baru, temuan yang bertentangan dengan literatur sebelumnya, atau implikasi kebijakan yang unik.

💡 Tips Praktis untuk Finalisasi
  • Start with the end in mind: Pilih jurnal target sejak awal proses penulisan manuskrip agar tidak perlu menulis ulang besar-besaran di akhir.
  • Get feedback early: Mintalah kolega atau mentor membaca draf policy brief dan manuskrip sebelum finalisasi — perspektif eksternal sering mengungkap kejelasan yang terlewat.
  • Use reference manager: Pastikan Mendeley/Zotero Anda terupdate dan semua sitasi terhubung dengan benar ke daftar pustaka.
  • Check author guidelines: Setiap jurnal memiliki aturan spesifik (word count, reference style, figure format). Patuhi dengan ketat untuk menghindari penolakan administratif.
  • Celebrate completion: Menyelesaikan tesis dan manuskrip adalah pencapaian besar. Akui usaha Anda dan bersiaplah untuk babak berikutnya.

F. Referensi

Referensi Utama dari Modul:

  1. Day, R. A., & Gastel, B. (2011). How to Write and Publish a Scientific Paper (7th ed.). Santa Barbara: Greenwood.
  2. Harvard Kennedy School. Policy Brief Writing Guide. Cambridge: HKS. https://www.hks.harvard.edu/centers/mrcbg/publications/cid/reports/2014-09_Writing_a_Policy_Brief
  3. Author Guidelines dari jurnal kesehatan reproduksi target Anda.

Referensi Tambahan yang Direkomendasikan:

  1. Patton, M. Q. (2008). Utilization-Focused Evaluation (4th ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.
  2. Weiss, C. H. (1998). Evaluation: Methods for Studying Programs and Policies (2nd ed.). Upper Saddle River: Prentice Hall.
  3. Swales, J. M., & Feak, C. B. (2012). Academic Writing for Graduate Students: Essential Tasks and Skills (3rd ed.). Ann Arbor: University of Michigan Press.
  4. Hess, D. R. (2004). How to write an effective discussion. Respiratory Care, 49(10), 1238-1241.
  5. Elsevier Author Services — Writing Tips: https://www.elsevier.com/researcher/author/publishing-tips
  6. SAGE Publishing — Author Gateway: https://authorservices.sagepub.com/
  7. PLOS ONE — Submission Guidelines: https://journals.plos.org/plosone/s/submission-guidelines
  8. BMC Health Services Research — Author Guidelines: https://bmchealthservres.biomedcentral.com/submission-guidelines