Optimasi Sumber Daya & Lean Management
Setelah integrasi sistem dilakukan di Modul 7, tantangan baru muncul: "gesekan" operasional yang tidak terlihat. Modul ini adalah panduan teknis untuk melakukan eliminasi pemborosan (waste) secara sistematis, mencari akar masalah manajerial, dan melakukan standardisasi kerja agar efisiensi menjadi budaya, bukan sekadar proyek sesaat.
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta didik mampu:
Lakukan observasi pada peak hours (jam sibuk) dan low hours untuk mendapatkan gambaran komprehensif.
Ukur waktu aktual setiap aktivitas untuk menghitung efisiensi proses.
Target: Kenaikan persentase efisiensi sebesar minimal 20% pasca-perbaikan.
Jangan berhenti pada gejala (misal: "staf lambat"). Tanyakan "Mengapa" lima kali untuk mencapai akar masalah prosedural atau manajerial.
Akar Masalah: Tidak ada mekanisme percepatan pengadaan untuk kebutuhan sistem informasi kritis.
Gunakan konsep Takt Time untuk menentukan kecepatan pelayanan yang harus diikuti agar tidak terjadi penumpukan antrean.
Contoh: Jika waktu tersedia 480 menit/hari dan permintaan 60 pasien/hari, maka Takt Time = 8 menit/pasien. Setiap proses harus diselesaikan dalam ≤8 menit agar tidak terjadi antrean.
Gunakan Visual Control (seperti label warna folder atau papan Kanban di ruang jaga) agar kesalahan prosedur menjadi tidak mungkin terjadi.
Buat lembar kerja satu halaman yang berisi:
Diagram ini menggambarkan siklus perbaikan berkelanjutan melalui eliminasi waste dan standardisasi.
Kumpulkan data Time-Motion untuk 10 pasien. Buat tabel perbandingan Lead Time (sebelum vs sesudah perbaikan).
| Pasien | Lead Time Sebelum | Lead Time Sesudah | Perbaikan (%) |
|---|---|---|---|
| Contoh: P-001 | 145 menit | 98 menit | ↓ 32% |
| ... | ... | ... | ... |
Pilih 1 masalah utama, lakukan 5 Whys, dan susun draf revisi SOP yang telah dibuktikan dengan Poka-Yoke.
Susun 1 lembar One-Point Lesson (OPL) untuk proses yang paling sering menimbulkan error.
Dokumen final yang berisi: